
XHTML Reference
Seringkali kita melihat sebuah website atau blog yang memajang logo VALID XHTML di salah satu bagian blog atau website tersebut. Tidak jarang pula yang ternyata setelah dilakukan pengecekan pada website W3, ternyata logo tersebut hanya pajangan semata, sebaliknya ditemukan cukup banyak kesalahan kode XHTML di halaman tersebut. Bagaimana kesalahan terjadi dan bagimana mengatasinya?
Beberapa kali saya memeriksa halaman-halaman website yang saya buat dan menemukan bahwa halaman tersebut invalid. Nampak terlalu banyak kesalahan yang ditunjukkan dan membuat Anda pasrah tanpa berusaha membersihkannya. Namun ternyata kesalahan-kesalahan kode tersebut nampaknya berkutat pada hal-hal yang sering terulang. Kesalahan-kesalahan yang sama mungkin juga terjadi pada template blog yang Anda gunakan.
Berikut kesalahan umum kode XHTML yang sering terjadi yang mungkin dapat dihindari:
Salah Menuliskan kode XHTML
Ada perbedaan yang mendasar pada kode HTML dan XHTML yang umumnya digunakan pada template blog Anda. Mungkin karena terbiasa menggunakan kode HTML, Anda menuliskan kode HTML pada halaman yang seharusnya dibuat dengan kode XHTML. Untuk mengecek tipe dokumen yang digunakan, lihat pada header template Anda.
Kode berikut menunjukkan bahwa tipe dokumen template blog Anda adalah XHTML 1 Transitional:
<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
Berikut perbedaan antara tipe dokumen HTML dan XHTML
-
Dalam HTML, tag seperti
<p>, <li>, <br>, <hr>
dll tidak harus ditutup, sebaliknya pada XHTML tag tersebut harus ditutup dengan sehingga penulisannya menjadi
<p> ... </p>,<li> ... </li> - Pada XHTML, untuk membuat format tulisan tidak lagi menggunakan tag
<b>untuk bold,<i>untuk italic,<u>untuk underline atau ,<font>untuk format tulisan, namun dituliskan<strong> ... </strong>untuk bold,<em> ... </em>untuk italic,<span style="text-decoration: underline;"> ... </span>untuk underline. - Tag pada XHTML seluruhnya ditulis dalam huruf kecil, tag yang mengandung nilai harus dtuliskan dengan tanda kutip, contoh
<img src="gambarsaru.jpg" />
bukan ditulis
<IMG SRC=gambarsaru.jpg>
- Pada XHTML, tag yang mengandung nilai yang sama dengan tag yang digunkan harus dituliskan, contoh
<option ... selected="selected"> .... </option>
bukan ditulis
<option ... selected> .... </option>
Tidak menutup kode XHTML yang berdiri sendiri.
Berbeda dengan tag seperti (contoh) <p> dan <div> yang selalu ditutup masing-masing dengan </p> dan </div>. Kode XHTML yang berdiri sendiri biasanya tidak berpengaruh banyak pada tampilan apabila tidak ditutup, seperti img, input, hr dan br, namun seharusnya ditulis <img ... />, <input ... />, <hr />, <br />.
Menuliskan HTML Special Character secara langsung
Biasanya terjadi pada URL atau LINK, dan umum terjadi pada penulisan karakter “&”. Contohnya, jika Anda menuliskan URL
http://something.to/give/?&action=forget
seharusnya “&” pada URL tersebut dituliskan sebagai & sehingga URL akan menjadi:
http://something.to/give/?&action=forget
Tidak menuliskan alternative text pada tag img
Tag img tetap akan memunculkan gambar meski tanpa tag, tapi hal ini dianggap juga sebagai kesalahan karena apabila gambar yang dimaksud tidak muncul, maka pengunjung website akan bingung dibuatnya. Apalagi kalao satu halaman penuh gambar. Jadi berikan alternatif berupa text dengan menambahkan tag alt pada tag img seperti contoh;
<img src="./gambarku/gambarsaru.jpg" alt="Gambar paling lucu tur saru" />
Menelan mentah-mentah kode-kode iklan PPC atau banner afiliasi
Kesalahan ini umumnya terjadi pada para pemasang iklan PPC atau banner afiliasi. Anda mungkin akan meng-kopas seluruh kode-kode tersebut pada halaman Anda tanpa basa-basi dan tanpa meneliti dulu apakah kode tersebut sesuai dengan DTD yang diterapkan pada tempalte atau tidak. Memeriksa kode-kode tersebut tidak akan merusak website Anda. Periksa kembali kode-kode untuk pemasangan iklan tersebut agar lolos validasi.
Kesalahan yang tampil pada hasil validasi halaman Anda mungkin saja banyak, namun umumnya itu terjadi pada tag-tag yang umum seperti itu dan memiliki efek beranti. Satu kesalahan pada penulisan special character, misalnya. Akan berdampak timbulnya kesalahan lain pada tag tersebut. Tidak ada salahnya mengecek lagi penggunaan kode XHTML pada template blog yang Anda gunakan.
Bersih itu ibadah, jadi, mari bersih-bersih …
Download:
Perbedaan Tag antara tipe Dokumen HTML dan XHTML
Also check this out:
Learning Web Design, A beginner guide to XHTML and CSS






Comments
On December 16, 2008 at 1:42 AM maseko said
11) Required attribute “alt” not specified. Tidak melengkapi attribut yang harus ada pada tag, misalnya attribut alt pada tag img, seperti pada halaman ini.
On December 16, 2008 at 2:10 AM Slam said
Lha aku ya gk ngerti mana yg bener mana yg salah lha xhtml aja aku gk tau. Ok mas trimakasi numpang donlot ya.. Biar ngerti
On December 16, 2008 at 2:51 AM preaxz said
Bwahahah .. @maseko
iyo mas, tadinya mo tak bikin 10, trus aku rangkum jadi segitu, tapi lupa ngilangin “sepuluhnya” dan lupa nambahin alt.. thx .. aku edit
On December 16, 2008 at 2:59 AM preaxz said
@slam .. yo wis, silakan donlot, 1000 kali kalo perlu .. hehehe
tetep mas, kalo ada yang perlu ditanyakan tanyakan aja, kalo aku mentok, ntar aku nanya master maseko…
On December 16, 2008 at 10:07 AM suwung said
gak mudeng…
biarlah diriku dalam kegaptekanku
On December 17, 2008 at 7:26 AM Dityo Nurasto said
Wah, jago dalam XHTML nih mas.
On December 17, 2008 at 11:02 AM preaxz said
Wah .. ya bukan begitu mas, cuma menyebarkan apa yang saya tahu.
On December 17, 2008 at 4:11 PM Slam said
@preaxz Lha kalo gitu mendingan nanya ama maseko dong… lha wong tetangga ruanganku kok….
On December 18, 2008 at 7:56 AM preaxz said
bwekekek .. begitu to. hehehe … ya mendingan gitu, daripada ntar maseko juga nanya-nanya saya
On December 20, 2008 at 7:33 AM dani said
utk sakleknya xhtml & seo, tesnya raven-seo sptnya lumayan bagus
cmiiw..html 5 kayaknya lbh fleksibel, salah kode dikit tp masi terbaca oleh peramban, entah search engine nanti
dan ngga/blm ribet dgn doctype
kecuali utk validasi x/html mungkin perlu doctype
makasi mas arie tulisan2nya
On December 20, 2008 at 3:12 PM preaxz said
Teknologi berkembang, mungkin harus upgrade hardisk di kepala biar bisa muat upgrade teknologi
you’re welcome mas dani, thx juga infonya
On December 28, 2008 at 6:25 PM gnine said
kalo saya malah saya tulis NOT VALID XHTML, lha wong memang not valid koq. Btw, thx pencerahannya….
On December 29, 2008 at 8:49 AM patembe said
Woi keren…!
untuk ma preaxz menulis ini…nanti saya promosikan biar teman2 yang lain baca ini.
On December 29, 2008 at 9:15 PM preaxz said
thx mas … terima kasih banget.
On April 28, 2009 at 7:06 AM fuads said
saya baru membuat blog baru dan selalu tidak valid dengan DTD transitional,template yg saya gunakan benar apa widget mempengaruhi validasi juga?
On April 28, 2009 at 12:16 PM Arie Putranto said
@fuads … Kadang widget, kode iklan dan lain-lain perlu dimodifikasi agar memenuhi aturan validitas HTML
On June 13, 2009 at 12:10 PM NeW Bie oon said
penjelasannya manthab abis.. kadang valid di halaman utamanya aja, belum tentu valid di halaman berikutnya,, susah juga untuk bikin valid di semua lini.. cmiiiw.. nah script iklan ini yang buanyak bikin masalah.. tp cuma script google aja slama ini lum ada masalah..
On December 14, 2009 at 12:44 AM Jane said
Mas Arie, kalo di BLOGSPOT apa bisa sama kayak di WORDPRESS ya ????