
WordPress Tips
Mendesain tampilan (template) sebuah website adalah perkara yang tidak mudah, namun lebih tidak mudah lagi untuk mendesain sebuah theme yang khusus digunakan untuk blog berbasis WordPress yang akan dirilis untuk umum. Alasanya adalah pengguna WordPress adalah blogger yang paling banyak maunya. Selama ini saya mendesain theme yang asal bisa ditampilkan dan valid CSS dan XHTML karena saya gunakan sendiri.
Setelah browsing kesana-kemari (kadang-kadang juga kesana-kesini), pemikiran egosentris saya terusik dengan fakta bahwa untuk membuat theme yang user friendly ternyata bukan perkara mudah. Paling tidak, saya harus memaksa otak saya berimajinasi dari sudut pandang orang lain.Yang paling susah adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kecerewetan pengguna WordPress theme yang (terjebak) menggunakan theme yang saya buat. Full support, adalah keunggulan layanan bisnis yang harus didahulukan.
Itu belum seberapa, kelangsungan ketersediaan produk juga menjadi salah satu yang harus dipikirkan. Maka, dengan semangat menggebu saya (terpaksa) mengorbankan banyak waktu tidur untuk membuat sebuah “Worksheet” yang rencananya akan dijadikan basis setiap WordPress theme yang saya buat. Ini diperlukan agar saya tidak harus membuat struktur baru setiap kali mengembangkan theme WordPress. Yang harus saya lakukan hanyalah mengubah file CSS, dan mungkin melakukan penyesuaian pada file inti theme WordPress.
Ditambah lagi, integrasi plugin-plugin penting dalam theme harus dilakukan, apalagi untuk plugin yang sering digunakan. Untuk itu, keribetan juga bertambah karena dengan mengintegrasi plugin, maka saya harus menyediakan menu pengaturan pada theme yang saya buat. Karena saya tahu, kapabilitas untuk memodifikasi produk juga adalah salah satu opsi yang harus diberikan setiap penyedia layanan.







Comments
On January 7, 2009 at 6:33 pm maseko said
Matur sembah nuwun saderengipun
On January 7, 2009 at 7:11 pm gratisanboy said
Waduh, yang khusus blogspot mana ya?.. Pengen juga punya ngelmu kaya Om preaxz..
On January 7, 2009 at 9:21 pm gnine said
jadi itu to pesenannya maseko hihihihi
On January 12, 2009 at 8:01 pm sapimoto said
Lha pesenan saya kok gak ikut ditampilkan…
On January 12, 2009 at 10:17 pm preaxz said
pesenan situ belom diapa-apain, terlalu banyak option di function.php-nya yang mesti dipelajari fungsinya buat apa saja. tapi kalo ngelihat strukturnya dari framework structure, keknya sodara salah menerapkan itu theme, karena secara umum structure adalah framework, ketimbang ngerubah theme itu, mendingan bikin child-theme aja, so .. nanti deh saya peajari dulu. biasa bos, beda coder beda maunya, kalo ngoprek kudu menerawang dulu pemikiran coder sebelumnya … hehehe
On January 13, 2009 at 5:20 am Mus_ said
wah.. hebat nih.
lumayan, bisa tambah ilmu di sini..
makasi…
On January 16, 2009 at 1:14 pm sapimoto said
Atau kalau memang Boss berkenan, saya juga mau dibuatkan theme dengan tampilan yang sama dengan yang saya gunakan saat ini, dengan keseluruhan pemikiran dari Boss sendiri. Gimana?
On January 16, 2009 at 4:29 pm preaxz said
@sapimoto … lha? maksudku ya begitu loh.. hehehe
sari worksheet itu nanti mau tak oprek jadi pancal pancal pencolotan juga, tenang ae wis .. wishlist yang dah masuk empat orang nih… kejap, sapimoto, trus sapa itu yang di netC, trus satu lagi calon blogger ..
wadoh .. kejar tayang kiye …
On May 1, 2009 at 9:02 am kurnia said
wagh menarik mas,
saya sebenere dulu pernah belajar bikin theme wp dari wpdesigner.com, tp baru sampe membuat template web css ke wp theme yang statik. belum bisa widget ready. semoga kalo mas dah sukses, sudi sharing soal how to -nya