WordPress Tips

WordPress Tips

Mendesain tampilan (template) sebuah website adalah perkara yang tidak mudah, namun lebih tidak mudah lagi untuk mendesain sebuah theme yang khusus digunakan untuk blog berbasis WordPress yang akan dirilis untuk umum. Alasanya adalah pengguna WordPress adalah blogger yang paling banyak maunya. Selama ini saya mendesain theme yang asal bisa ditampilkan dan valid CSS dan XHTML karena saya gunakan sendiri.


Setelah browsing kesana-kemari (kadang-kadang juga kesana-kesini), pemikiran egosentris saya terusik dengan fakta bahwa untuk membuat theme yang user friendly ternyata bukan perkara mudah. Paling tidak, saya harus memaksa otak saya berimajinasi dari sudut pandang orang lain.Yang paling susah adalah mempersiapkan diri untuk menghadapi kecerewetan pengguna WordPress theme yang (terjebak) menggunakan theme yang saya buat. Full support, adalah keunggulan layanan bisnis yang harus didahulukan.

Itu belum seberapa, kelangsungan ketersediaan produk juga menjadi salah satu yang harus dipikirkan. Maka, dengan semangat menggebu saya (terpaksa) mengorbankan banyak waktu tidur untuk membuat sebuah “Worksheet” yang rencananya akan dijadikan basis setiap WordPress theme yang saya buat. Ini diperlukan agar saya tidak harus membuat struktur baru setiap kali mengembangkan theme WordPress. Yang harus saya lakukan hanyalah mengubah file CSS, dan mungkin melakukan penyesuaian pada file inti theme WordPress.

Ditambah lagi, integrasi plugin-plugin penting dalam theme harus dilakukan, apalagi untuk plugin yang sering digunakan. Untuk itu, keribetan juga bertambah karena dengan mengintegrasi plugin, maka saya harus menyediakan menu pengaturan pada theme yang saya buat. Karena saya tahu, kapabilitas untuk memodifikasi produk juga adalah salah satu opsi yang harus diberikan setiap penyedia layanan.

Bagian dari artikel ini : 1 2

Artikel yang mungkin berhubungan