Website tentu saja tidak hanya diperlukan untuk bisnis internet yang oleh banyak orang selalu dikaitkan dengan memperoleh penghasilan dari iklan, dari program afiliasi atau bahkan menjual mimpi cepat menjadi kaya yang dibalut dengan promosi mesin uang otomatis, namun website juga bisa menjadi sarana promosi yang efektif bagi segala jenis usaha. Mungkin saja beberapa orang berpendapat bahwa untuk berbisnis tidak harus memiliki website. Pertimbangan ini dipilih oleh pebisnis oleh karena kehadiran sebuah website jejaring social yang masif seperti Facebook. Di sisi lain, mengelola website sendiri tentunya memiliki konsekuensi biaya, waktu dan tenaga yang mungkin saja tidak sedikit.

Apakah bisnis Anda bisa sukses tanpa memiliki website? Tentu saja, ada banyak jalan untuk membangun bisnis yang sukses tanpa harus memiliki website. Memanfaatkan situs jejaring sosial adalah salah satu contohnya. Tentunya, saya tidak bermaksud menyarankan siapa pun untuk tidak memiliki website karena website tentunya memiliki keuntungan dan kelebihan tersendiri.

Website atau Jejaring Sosial?

Promosi dan jaringan yang Anda bangung bisa tiba-tiba runtuh apabila facebook – misalnya – memutuskan untuk menutup dan menghentikan layanannya. Hal ini pernah terjadi sebelumnya pada Yahoo! Geocities, layanan web gratis dari Yahoo. Dengan demikian, memiliki website bisnis Anda sendiri tentunya memberikan jaminan kepastian yang lebih baik kepada konsumen Anda.

Preview Facebook Page

Hubungan antara website Anda dan situs jejaring sosial bisa dianalogikan dengan kantor Anda dan event-event seperti seminar dan pameran. Anda tentunya tetap harus memiliki tempat representatif untuk usaha Anda baik berupa kantor maupun ruangan di rumah Anda. Sekali waktu, Anda mungkin bisa berpromosi melalui event-event yang disebutkan tadi. Begitu halnya dengan website, website bisnis Anda berlaku sebagai layaknya sebuah kantor online Anda, di mana konsumen dan calon konsumen bisa menggali informasi yang lebih jelas dan lengkap di dalamnya. Situs jejaring sosial seperti facebook berlaku sebagai ruang pamer Anda di luar website, Anda bisa menginformasikan perkembangan terbaru bisnis Anda seperti diskon, promosi dan info-info lainnya.

Kekurangan lain yang ditemukan apabila Anda hanya mengandalkan situs jejaring sosial adalah sifat “ketidakpastian”-nya. Beberapa tahun yang lalu, Friendster bisa dikatakan sebagai rajanya, jauh di atas situs jejaring sosial yang lain sebelum diluncurkannya Facebook. Tahun ini, Google memperkenalkan Buzz, yang mungkin saja pada suatu saat bakal menggantikan popularitas facebook, mengingat kapasitas Google yang dominan. Dan jika itu terjadi, maka kemungkinan besar orang-orang akan mengikuti trend dan pada saat itu terjadi, Anda pun harus disibukkan dengan penyesuaian terhadap trend yang baru, membangun jaringan baru atau menginformasikan kepada klien/konsumen Anda tentang kehadiran Anda di situs jejaring sosial yang baru serta penyesuaian-penyesuaian lain yang tentunya merepotkan. Dengan memiliki website, Anda cukup membuat pemberitahuan pada website Anda tentang hal tersebut, setiap pengunjung, bahkan orang yang belum masuk pada koneksi bisnis Anda pasti akan mengetahui ketika mereka mengakses website Anda.

Jadi, untuk lebih memberikan kepastian kepada konsumen/calon konsumen Anda, tentu saja lebih baik Anda memiliki website yang mewaikili bisnis Anda. Website Anda juga bisa menginformasikan lebih banyak dan lebih mendetil kepada konsumen Anda. Pada website Anda sendiri, Anda adalah rajanya. Anda tidak harus mengikuti aturan main (Terms of Services) dari situs jejaring sosial yang Anda ikuti. Website Anda adalah representasi bisnis Anda pada dunia maya yang tidak tergantikan, setiap hal dan trend baru yang terjadi adalah pelengkap dan tetap dapat dimanfaatkan dan diintegrasikan untuk promosi bisnis Anda untuk mendapatkan keuntungan maksimal seperti menjaring pengunjung dan mendapatkan konsumen baru.

Bagaimana membangun website bisnis yang baik dan tepat? Berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk mengelola sebuah website? Bahasan ini akan saya sajikan pada artikel “Panduan Bisnis” selanjutnya.

6 comments on "Website atau Jejaring Sosial?"
2 trackbacks
  1. [...] the original post:  Website atau Jejaring Sosial? Written by admin in: Object | Tags: a-bisa-menjadi, a-yang-dibalut, afiliasi-atau, [...]

  2. Blog Pribadi Esek-esek « Mas Stein

    [...] tentu saja internet, sampeyan bisa milih mau milih pasang iklan di mana, atau memilih promosi lewat website dan jejaring sosial. Semua ada kelebihan dan kekurangannya [...]

Leave a Response