Sebagaimana diketahui, saat ini banyak sekali orang yang terjerumus dalam fenomena mesin uang akibat perilaku instan yang ada dalam masyarakat. Perlu untuk meningkatkan kemampuan kita dalam mengendalikan diri terhadap sesuatu hal terutama yang berhubungan dengan finansial. Berikut adalah artikel yang membahas berguna untuk meningkatkan kecerdasan finansial kita agar tidak mudah terkecoh dengan tawaran atau iklan (bisa juga dikatakan bualan) investasi yang menjanjikan cepat kaya atau kekayaan secara instan padahal dibalik itu terdapat skema yang merugikan banyak orang.

Perilaku Instan

Perilaku instan dimana seseorang ingin mendapatkan sesuatu dengan cepat tanpa perlu usaha yang maksimal cenderung merugikan bagi orang yang melakukannya. Salah satu contoh perilaku instan yang sering terjadi dalam masyarakat adalah keinginan untuk menjadi kaya dalam sekejap. Masih sering kita baca di banyak media, bagaimana orang tertipu oleh SMS yang menjanjikan hadiah. Ada pula kasus dimana seseorang tergiur dengan “bagi hasil” yang dijanjikan sebesar puluhan persen per bulan atas investasi yang dia berikan yang katanya digunakan dalam bursa saham. Pernah juga terjadi orang dengan emosi yang sangat tinggi berbondong-bondong mendatangi sebuah kantor yang disinyalir berpraktek sebagai sebuah bank karena tertipu dengan janji bunga tabungan yang jauh di atas bunga bank normal yang berlaku.

Pada beberapa tahun terkahir, bisa kita perhatikan bahwa internet semakin dipenuhi dengan sampah dan bualan yang mengajak orang untuk “berinvestasi” dengan kedok Mesin Uang. Masyarakat Indonesia tampaknya mudah terperangkap oleh iming-iming mesin uang yang dapat meningkatkan kesejahteraan mereka secara instan. Perilaku instan ingin cepat kaya dan mendapatkan hasil yang melimpah secara cepat iniliah yang menjadi celah bisnis yang “menguntungkan” bagi orang lain. Pada awalnya mereka tergiur menikmati keuntungan yang diberikan oleh investasi yang kecil atas mesin uang ini dan berani membenamkan uangnya karena telah tergoda melihat “bukti” keuntungan yang luar biasa yang disajikan. Orang tergiur dan silau dengan janji yang diberikan. Imbal hasil pancingan ini memberikan kepercayaan semu bahwa mereka akan menjadi kaya raya secara instan. Rupanya perilaku dan harapan ini juga diikuti oleh ratusan investor lainnya dan semakin banyak pula orang yang mengikuti jejak “sang guru” yang dianggap sebagai “pebisnis sukses dan terkemuka” dengan action yang sama: menawarkan Mesin Uang dengan bualan yang bahkan bisa lebih hebat.

Pada akhirnya, baik pelaku maupun korban sama-sama dirugikan. Bagi korban yang tersadar bahwa dia telah dirugikan, biasanya mengingatkan orang lain agar tidak terjerumus dalam jurang yang sama. Namun, banyak juga yang memilih untuk memancing korban lainnya. Seketika itu juga, tanpa pernah mempelajari bagaimana membuat rencana bisnis, memproyeksikan keuntungan, mengatur cash flow atau bahkan membuat laporan keuangan, banyak orang yang mendadak menjadi “pebisnis” hebat dan akibatnya, semakin banyak orang ber-perilaku instan yang ingin kaya mendadak terjerumus di dalamnya.

The Law of Process

Satu hal yang perlu disadari agar kita tidak terjebak dan mengalami kerugian akibat ber-perilaku instan adalah memahami bahwa proses (The Law of Process) adalah bagian yang tidak bisa diabaikan. Donald Trump, Sir Alan Sugar, Bill Gates dan orang-orang sukses lainnya, menjalani proses bertahun-tahun untuk menjadi sukses. Sebaiknya Anda bertanya pada diri sendiri dan melakukan riset untuk kepentingan Anda sendiri sebelum memutuskan untuk mempercayai bualan mereka dalam bentuk Mesin Uang.

Jika memang mereke se-sukses apa yang mereka bualkan, tentunya paling tidak Anda pernah mendengar nama mereka dibicarakan dalam “Business Week” atau bahkan “Forbes”, setidaknya mereka diumumkan sebagai 100 Pembayar Pajak Terbesar. Kapan Anda pernah membaca liputan sukses mereka kecuali pada artikel yang mereka buat sendiri atau dibuat oleh sesama pembual di Internet? Serius!

Belajarlah dari kesalahan, mulailah berusaha dengan cerdas dan kepala dingin. Bagi mereka yang terjerumus dalam bualan Mesin Uang dengan hasil selangit, carilah alternatif lain yang wajar. Anggap saja hal tersebut sebagai pengalaman untuk menjadi pengusaha sejati. Masih banyak peluang meraih keuntungan maksimal secara wajar untuk hidup berkecukupan.

Sebagaimana dikatakan oleh John Maxwell, “If you consistently do what you have to do when you have to do it, there will come a time when you can do what you want to do when you want to do it”, jika Anda secara konsisten melakukan sesuatu ketika Anda harus melakukannya, maka suatu saat Anda akan dapat melakukan sesuatu saat Anda ingin melakukannya, atau secara gampang bisa diartikan: “Mau hidup enak, usaha!”

Leave a Response