Cascading Stylesheet (CSS) adalah mekanisme sederhana untuk mengubah Jenis Huruf, Warna, Ukuran dan lain-lain pada halaman website.
Apabila Anda memperhatikan sidebar pada blog ini, Anda akan melihat perbedaan pada halaman depan, artikel, arsip dan halaman lainnya. Blok “About the author” misalnya, hanya tampil pada halaman depan (home) saja, sedangkan blok “Featured Topic” hanya tampil pada home dan halaman artikel saja.
Sebuah website dapat dinilai memiliki desain yang baik apabila memenuhi kriteria penilaian tertentu yang mungkin saja berbeda tergantung dari sudut pandang penilai.
Satu hal yang membuat pekerjaan seorang desainer terhambat adalah kebuntuan inspirasi dimana hal itu merupakan sumber utama seorang desainer dan juga berlaku untuk seorang desainer web. Yang harus dilakukan ketika hal ini terjadi adalah mencari referensi dan sumber daya lain untuk digunakan atau sebagai pemancing mengalirnya inspirasi kembali di otak.
Meskipun banyak sekali tersedia theme gratis untuk WordPress, mungkin banyak blogger yang tergelitik untuk mengubah tampilan blognya agar sesuai dengan keinginannya seperti warna dan jenis font yang digunakan. Jika blogger tersebut sudah berpengalaman dalam desain website, hal ini tentunya tidak menjadi masalah.
Membuat sebuah website adalah mudah. Pakai saja aplikasi seperti Microsoft FrontPage atau Macromedia Dreamweaver, tinggal klik sana sini, sebuah website bisa dibuat dalam waktu 30 menit. Tapi seni desain website sesungguhnya bukanlah menggunakan aplikasi instant seperti itu. Barangkali Anda belum mengetahui, mengubah tampilan sebuah website dapat dilakukan hanya dengan memodifikasi CSS saja.
Banyak sekali layanan statistik website yang tersedia, namun sebagai blogger yang menggunakan WordPress, statistik yang ditampilkan kadang kurang menyajikan informasi yang dicari. Plugin WordPress.com Stat adalah pilihan terbaik karena menyajikan data yang ideal untuk analisa. Namun, plugin ini ternyata “meninggalkan jejak” yang cukup mengganggu, yaitu adanya smiley pada footer blog.
Salah satu yang mungkin sangat penting dibutuhkan dalam sebuah website yang interaktif adalah adanya kode verifikasi gambar atau yang biasanya disebut dengan CAPTCHA. Plugin captcha sendiri nampaknya sudah cukup banyak beredar, bahkan reCaptcha sendiri telah membuat plugin untuk WordPress.
Seringkali kita melihat sebuah website atau blog yang memajang logo VALID XHTML di salah satu bagian blog atau website tersebut. Tidak jarang pula yang ternyata setelah dilakukan pengecekan pada website W3, ternyata logo tersebut hanya pajangan semata, sebaliknya ditemukan cukup banyak kesalahan kode XHTML di halaman tersebut.
Seberapa besarkah pengaruh desain website terhadap? Hal ini mungkin menjadi salah satu pertanyaan mengenai SEO sebagaimana tertulis dalam salah satu artikel di sapimoto.com.




